Sabtu, 20 Februari 2010
Bagaimana Meningkatkan Promosi Kerja
Langkah 1 Membuat Kontak di Tempat Kerja.
Mencatat orang-orang yang berpengaruh dalam bisnis. Inilah orang-orang yang penting untuk membuat diri Anda dikenal. Bekerja dengan orang-orang ini dan sering sedekat mungkin. Bekerja lembur jika diperlukan. Ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan perusahaan di luar skedul kantor normal seperti acara-acara amal dan piknik.
Langkah 2 Jaga Kecepatan.
Bekerjalah sama kerasnya ketika bos jauh dari pandangan anda seperti ketika bos berada di sekitar anda. Mereka tahu siapa yang tetap bekerja ketika mereka sedang tidak di tempat dan siapa yang tidak. Perusahaan ingin individu-individu yang memiliki motivasi diri untuk terus bekerja. Ini termasuk tugas dimulai segera setelah mereka ditugaskan dan menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu. Tiada ruang untuk pemalas di jajaran atas perusahaan!
Langkah 3
Mendapatkan pengakuan yang tepat untuk menyelesaikan tugas dengan baik tetapi tidak pernah mencari pujian, terutama dari atasan Anda. Jangan pernah lupa untuk menyebutkan dukungan dari atasan Anda dan menjadi anggota tim yang baik.
Langkah 4
Mendidik diri Anda pada bagian lain di tempat kerja. Ambil kelas malam atau menghadiri seminar. Mempelajari segala sesuatu, mungkin tentang perusahaan tempat Anda bekerja. Promosi pekerjaan biasanya membutuhkan seseorang yang mengetahui lebih banyak tentang apa yang terjadi dengan seluruh perusahaan.
Langkah 5
Tetap profesional. Menjaga kehidupan pribadi, baik pribadi dan kantor, menghindari gosip dan konflik. Ini adalah tempat usaha, bukan adegan kencan atau sosial. Tetaplah percaya diri dan ramah tetapi menghindari "menjilat" untuk meningkatkan kemungkinan mendapatkan promosi.
Tips & Peringatan
• Jangan pernah memaparkan rencana kerja Anda kepada rekan kerja dan mengawasi para penguntit
Banyak Pelamar Kerja Ditolak Gara-gara Facebook
Banyak Pelamar Kerja Ditolak Gara-gara Facebook
Mem-posting sesuatu di Facebook memang tak boleh sembarangan, khususnya bagi para pencari kerja. Sebuah survei mengungkapkan, hampir separuh perusahaan telah menolak calon pekerja yang sebenarnya potensial cuma gara-gara Facebook sang pelamar.
Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.
Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Bahkan, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (13/1/2010), empat dari perusahaan telah membuang lamaran yang masuk setelah melihat Facebook sang pelamar.
Gambaran tentang dampak Facebook ini didapat dari hasil survei Career Builder terhadap 450 karyawan perusahaan. Farhan Yasin, presiden Career Builder mengatakan, situs seperti Facebook bisa menjadi bom waktu.
"Banyak yang memakai situs jejaring untuk menguak hal "kotor" di dunia maya. Maka, bersihkan konten "kotor"-mu sebelum mencari pekerjaan. Hapus semua konten foto dan link yang bisa menjadi batu sandungan dalam mencari pekerjaan," imbau Yasin soal hasil survei tersebut.
Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang.
sumber : www.detik.com